Piagam BAAS

Selamat! Ketua TP PKK Kota Padang Serahkan Penghargaan pada Saribulih Sebagai Bapak Asuh Anak Stunting

Dia juga meminta kader TP PKK masing-masing kelurahan di Kecamatan Lubeg untuk menjadi ujung tombak dalam berikan edukasi dan sosialisasi tentang penanganan stunting di tempat mereka masing-masing.

“Dengan cukup gizi dan makanan berkualitas yang dikonsumsi oleh anak-anak kita, maka keinginan menuju generasi emas yang berkualitas,” ucap Genny.

Camat Lubeg, Andi Amir menyampaikan, launching Dasat DaGoZi ini sebagai bentuk semangat pihak kecamatan atasi stunting. “Upaya atasi stunting itu kami lakukan secara kolaborasi dengan pihak Puskesmas, TP PKK, KJS, tim kesehatan di tiap kelurahan di Kecamatan Lubeg, tidak lupa pula menggandeng bapak asuh anak stunting,” kata Andi Amir.

READ  Awali Dengan Makan Balanjuang, JBB Amal Salih Berlanjut di 2023

Dia juga meminta kaum ibu di tiap kelurahan di kecamatan itu jadi penanggung jawab pencegahan stunting di wilayahnya.

“Lebih penting lagi, inovasi DaGoZi ini tindak lanjut dari konvergensi stunting yang diamanatkan Presiden dalam penanganan stunting yang terstruktur dan terpola di tingkat kota hingga kecamatan,” tukas Andi Amir.

Dia melanjutkan, saat pemberian asupan gizi pada anak-anak rawan stunting, pihak kecamatan juga menggandeng nutrisionis (ahli gizi) guna memantau bagaimana memberikan asupan gizi yang baik dan benar.

Kemudian, makanan yang telah disiapkan di dapur go gizi, nantinya akan diantar langsung oleh TPK (tim penggerak keluarga) kepada anak-anak yang memerlukan suplai gizi yang baik.

READ  Yayasan BAS Berbagi Ilmu, 18 Warga Banuaran Bertekad Jadi Fashion Designer

Andi Amir menambahkan, ada lagi inovasi lain yang dibuatnya yakni Dashat Dagozi Melanting (Menuju Lubeg Bebas Stunting).

“Program ini merupakan pemberian makanan tambahan berbasis lokal untuk keluarga yang berisiko stunting,” pungkas Andi Amir.

Dengan berbagai program inovasi dan kolaborasi ini, Andi Amir menargetkan Kecamatan Lubuk Begalung sudah bebas Stunting di tahun 2025.

“DaGozi merupakan program kolaborasi Pemerintah Kecamatan Lubuk Begalung, Puskesmas, Balai KB, PKK dan Bapak Asuh Anak Stunting. Untuk percepatan penurunan stunting dan melibatkan BPJS Kesehatan. Dimana program ini memberikan Makanan Tambahan (PMT) Lokal kepada keluarga yang beresiko stunting dengan melibatkan Tim Pendamping Keluarga atau TPK (*)

READ  Banjir Terjang Banuaran, Yayasan BAS Salurkan Bantuan Door to Door